Modul 6
Pengukuran Spektrum UV-Vis dan Penentuan Nilai Δ₀
Memahami teori medan kristal, menghitung energi pemisahan medan kristal, dan mengurutkan kekuatan ligan
Dalam medan oktahedral, interaksi elektrostatik antara ion logam transisi dengan ligan menyebabkan orbital d terbelah menjadi dua tingkat energi:
- (triplet) — energi lebih rendah:
- (doublet) — energi lebih tinggi:
Perbedaan energi antara dan disebut energi pemisahan medan kristal (atau 10 Dq).
Faktor yang mempengaruhi Δ₀:
- Muatan ion logam (semakin tinggi → Δ₀ semakin besar)
- Ukuran ion logam (periode 2nd > 1st → Δ₀ lebih besar)
- Jenis ligan (deret spektrokimia)
Ion Cr³⁺ memiliki konfigurasi . Dalam medan oktahedral, ketiga elektron menempati orbital — masing-masing satu per orbital, tanpa berpasangan (sesuai aturan Hund).
Pemisahan Medan Kristal Oktahedral — Cr³⁺ (d³)
Dari diagram Tanabe-Sugano untuk ion , merupakan keadaan dasar (ground state). Transisi elektronik yang diamati pada Cr³⁺:
- — puncak serapan pada λ terbesar (energi terendah) → digunakan untuk menghitung Δ₀
- — puncak serapan pada λ lebih kecil
💡 Mengapa transisi yang diamati adalah ⁴A₂g → ⁴T₂g dan ⁴A₂g → ⁴T₁g(F)?
Tahap 1: Isi 3 elektron ke dalam orbital d untuk mencari Simbol Term Bebas (Free Ion) keadaan dasar ion Cr³⁺.
Klik kotak orbital (dari kiri) untuk memasukkan/mengeluarkan elektron tunggal.
Nilai \text
(Isi orbital dengan nilai L terbesar terlebih dahulu untuk ground state)
Diagram Tanabe-Sugano menggambarkan energi keadaan elektronik (E/B) sebagai fungsi dari kekuatan medan kristal (Δ/B). Untuk ion seperti Cr³⁺, keadaan dasar adalah (dari suku ).
Diagram Tanabe-Sugano — d³ (Cr³⁺)
Klik atau geser pada diagram untuk memilih nilai Δ/B dan melihat energi setiap keadaan.
Kekuatan ligan menentukan besarnya . Ligan medan kuat menyebabkan pemisahan yang lebih besar, sedangkan ligan medan lemah menghasilkan pemisahan yang lebih kecil.
Spectrochemical Series
Weak field → Strong field (left to right). Highlighted = ligands used in this practicum.
Masukkan (nm) dari setiap spektrum UV-Vis untuk menghitung .
Rumus:
K₃[Cr(ox)₃]·3H₂O
— Oksalat (C₂O₄²⁻)Absorbed
Yellow
570 nm
Appears as
Blue-violet
[Cr(ur)₆]Cl₃·3H₂O
— UreaAbsorbed
Orange
592 nm
Appears as
Blue
[Cr(acac)₃]
— Asetilasetonato (acac⁻)Absorbed
Yellow-green
545 nm
Appears as
Violet
Urutan Kekuatan Ligan (berdasarkan Δ₀):
Ligan dengan Δ₀ lebih besar → medan lebih kuat → menyerap cahaya pada λ lebih kecil.
Warna suatu larutan kompleks merupakan warna komplementer dari cahaya yang diserap. Jika larutan menyerap cahaya pada daerah kuning-hijau (≈ 570 nm), maka larutan akan tampak berwarna biru-ungu.
warnaKetuk
warna
| λ diserap (nm) | Warna diserap | Warna tampak |
|---|---|---|
| 400–435 | Violet | Kuning-hijau |
| 435–480 | Biru | Kuning-oranye |
| 480–500 | Biru-hijau | Oranye-merah |
| 500–560 | Hijau | Merah-ungu |
| 560–580 | Kuning-hijau | Violet |
| 580–595 | Kuning | Biru |
| 595–650 | Oranye | Biru-hijau |
| 650–780 | Merah | Hijau |
💡 Mengapa urutan kekuatan ligan: urea < oksalat < asetilasetonato?